it’s lele time!

Standard

Sudah hampir 2 bulan suami saya bergelut di bidang usaha tambak lele. Di mulai dengan 4 kolam berukuran kira² 2M x 3M dan 1 kolam berukuran 2M x 6M. Tidak semua kolam diisi dengan lele, karena secara bertahap lele akan disortir berdasarkan ukurannya.

Saat ini lele milik suami saya sudah berjumlah 8.000 ekor 🙂 yang terbagi dalam beberapa kolam. 1 kolam yang paling besar berisi 3.000 ekor bayi lele berukuran + 2 – 3 cm yang baru dimasukkannya pada akhir bulan lalu, sedangkan 1 kolam lainnya berisi 3.000 ekor lele hmm.. kita sebut saja lele ababil yang berukuran kira² satu telunjuk manusia 😀 loh, kenapa ababil? mengingat lele ini masih labil dalam pemberian makanan, kadang di kasi makan pelet ikan dan sesekali dikasi makanan berat. Sedangkan 1 kolam lainnya berisi 2.000 ekor lele remaja, lele ini sudah sangat agresif dan aktif dengan panjang kira² satu telapak tangan manusia dan lebar 2 jari manusia, untuk makanannya sudah berupa makanan berat seperti rebusan isi perut ayam, ikan, dsb. Kini masih tersisa 2 kolam kosong yang hanya berisi air saja, ini untuk persiapan saat lele mulai disortir lagi, mengingat lele ini termasuk kanibal yang memakan jenisnya sendiri, apabila ia berukuran jauh lebih besar dari yang lainnya (dengan catatan kalo kelaparan heheheheh).

Nah, saya mau cerita kalo hari sabtu kemaren saya bantu² suami di kolamnya, semua-mua urusan kolam saat ini masih ia kerjakan sendiri, karena menurutnya belum terlalu repot dan juga belum ada dana untuk membayar tenaga bantuan, tetapi tiap ada waktu dan kesempatan, dan kalo saya-nya juga lagi rajin heheheh pasti saya bantu (atau lebih sering mengganggu woeeee). Jadi saya ikut suami memilah-milah lele berdasarkan ukurannya, kemudian memindahkannya ke dalam kolam yang sesuai dengan kawanannya. Waktu berlalu hingga tak terasa hari pun mulai gelap, adzan maghrib sudah berkumandang. Setelah selesai merapikan dan berbersih-bersih kami pun pulang, letih tapi jelas kami senang.

Well, suami istri sudah sepantasnya saling melibatkan diri dalam beberapa kegiatan. Untuk kami berdua yang memiliki jenis hobi yang jauh berbeda (suami hobi olah raga, saya tidak! sedangkan saya hobi menonton bioskop, tetapi suami tidak), so dengan mengurus lele tentu saja dapat menyatukan kami berdua 🙂

Do’akan yaaa akhir desember 2011 ini, mudah-mudahan panen ikan lele kami sukses, dan tentu saja hasil dari tambak ini akan kami nikmati berdua (atau bertiga, berempat.. ya mudah-mudahan Allah memberi kami rezeki-Nya) Aamin.

Ga sempat pota-poto boo’.. bisa-bisa ngenpon saya kecemplung ke dalam kolam hihihihi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s