Monthly Archives: November 2011

happy cooking :D

Standard

Eh eh hari jum’at kemaren saya hilang akal loh hahahahah.. *koq bangga* kemakan iklan beli produk memasak berjudul HAPPY CALL ๐Ÿ˜› iya iya itu yang iklannya di tipi-tipi yang masak gampil bareng Happy Salma hahahahah..

Gegaranya penawaran beli 2 gratis 1 itu lah, harga per-unit Rp. 880.000,- jadi klo beli 2 total harganya adalah Rp. 1.760.000,- (karena beli 2 unit bonus 1 unit maka klo dibagi-bagi harga satuannya menjadi Rp. 586.666,-)

Nah, di kantor sini ada 5 orang ibu-ibu cantik yang doyan masak plus 1 anak gadis yang kemakan rayuan ibu-ibu ๐Ÿ˜› jadilah kami beli 4 unit + 2 unit bonus.. jadi total borong 6 unit, biayanya??! yaaa jelas kami bagi 6, hemat kan? hemat kan? *dasar ibu-ibu* ๐Ÿ˜€

Produknya kayak gini:

ohh iya selain itu, masing-masing dari kami mendapatkan buku Resep Nusantara seharga Rp. 100.000,- gratis! *makin-senang deh ni ibu-ibu*isinya berbagai resep masakan dari Aceh hingga Nusa Tenggara (koq masakan khas dari irian jaya ga ada yaaa? hmmm)

Sekarang lagi gregetan banget pengen bikin Martabak manis hihihihihi.. nantilah yaaa klo udah testing saya posting juga dimari deh ๐Ÿ˜›

Remake: Lumpia Kari Bihun Jagung

Standard

Hihihihi Minggu sore, gerimis-gerimis mengundang, daripada saya kebanyakan tidur akhirnya masuk dapur juga ๐Ÿ™‚

Kebiasaan bongkar dapur, nemu bihun jagung, 1 sachet kornet, 1 buah kentang, masih nyimpen 1 bungkus kecil santan sun kara dan bubuk kari. Teringat dengan resepnya Rudy Choirudin di Bihun Jagung Bunda (resep aslinya dari link ini: http://www.bihunjagung.com/resep-118-lumpia-kari-bihun-jagung.html) cuma karena mengandalkan bahan yang ada di rumah yawdah nekad bikin aja ๐Ÿ˜›

Lumpia Kari Bihun Jagung ala Ryane ๐Ÿ™‚

Bahan:

  • 1 bungkus bihun jagung, rebus selama 2 menit, tiriskan (saya pake 1 lembar saja)
  • 20 lembar kulit lumpia (produk langsung pakai, perhatikan cara melepaskan lembarannya, hati-hati supaya tidak sobek)
  • 1 buah kentang (potong dadu kecil-kecil)
  • 1 sachet Kornet (saya pake cheese cornet)
  • 1 bungkus kecil santan Sun Kara
  • 5 siung Bawang Putih (keprak, iris)
  • 2 bungkus kecil bubuk kari malabar masala
  • garam, gula dan penyedap
  • Minyak goreng untuk menumis

Cara memasak:

I

  1. Tumis bawang putih yang telah di keprak dan iris hingga wangi.
  2. Masukkan santan dan sedikit air, bubuk kari malabar masala, garam, gula dan penyedap, aduk hingga merata.
  3. Lalu masukkan kentang dan kornet, masak hingga matang dan santannya meresap.
  4. Kemudian masukkan Bihun jagung, aduk hingga merata. Sisihkan.

II

  1. Ambil 1 lembar kulit lumpia, isi dengan isian yang telah dimasak tadi, gulung dan lipat. Ujungnya diberi sapuan sedikit air, agar melekat.
  2. Goreng pada minyak yang tidak terlalu panas hingga kecoklatan. Angkat.
  3. Sajikan dengan cabe rawit atau saus sambal.

it’s lele time!

Standard

Sudah hampir 2 bulan suami saya bergelut di bidang usaha tambak lele. Di mulai dengan 4 kolam berukuran kiraยฒ 2M x 3M dan 1 kolam berukuran 2M x 6M. Tidak semua kolam diisi dengan lele, karena secara bertahap lele akan disortir berdasarkan ukurannya.

Saat ini lele milik suami saya sudah berjumlah 8.000 ekor ๐Ÿ™‚ yang terbagi dalam beberapa kolam. 1 kolam yang paling besar berisi 3.000 ekor bayi lele berukuran + 2 – 3 cm yang baru dimasukkannya pada akhir bulan lalu, sedangkan 1 kolam lainnya berisi 3.000 ekor lele hmm.. kita sebut saja lele ababil yang berukuran kiraยฒ satu telunjuk manusia ๐Ÿ˜€ loh, kenapa ababil? mengingat lele ini masih labil dalam pemberian makanan, kadang di kasi makan pelet ikan dan sesekali dikasi makanan berat. Sedangkan 1 kolam lainnya berisi 2.000 ekor lele remaja, lele ini sudah sangat agresif dan aktif dengan panjang kiraยฒ satu telapak tangan manusia dan lebar 2 jari manusia, untuk makanannya sudah berupa makanan berat seperti rebusan isi perut ayam, ikan, dsb. Kini masih tersisa 2 kolam kosong yang hanya berisi air saja, ini untuk persiapan saat lele mulai disortir lagi, mengingat lele ini termasuk kanibal yang memakan jenisnya sendiri, apabila ia berukuran jauh lebih besar dari yang lainnya (dengan catatan kalo kelaparan heheheheh).

Nah, saya mau cerita kalo hari sabtu kemaren saya bantuยฒ suami di kolamnya, semua-mua urusan kolam saat ini masih ia kerjakan sendiri, karena menurutnya belum terlalu repot dan juga belum ada dana untuk membayar tenaga bantuan, tetapi tiap ada waktu dan kesempatan, dan kalo saya-nya juga lagi rajin heheheh pasti saya bantu (atau lebih sering mengganggu woeeee). Jadi saya ikut suami memilah-milah lele berdasarkan ukurannya, kemudian memindahkannya ke dalam kolam yang sesuai dengan kawanannya. Waktu berlalu hingga tak terasa hari pun mulai gelap, adzan maghrib sudah berkumandang. Setelah selesai merapikan dan berbersih-bersih kami pun pulang, letih tapi jelas kami senang.

Well, suami istri sudah sepantasnya saling melibatkan diri dalam beberapa kegiatan. Untuk kami berdua yang memiliki jenis hobi yang jauh berbeda (suami hobi olah raga, saya tidak! sedangkan saya hobi menonton bioskop, tetapi suami tidak), so dengan mengurus lele tentu saja dapat menyatukan kami berdua ๐Ÿ™‚

Do’akan yaaa akhir desember 2011 ini, mudah-mudahan panen ikan lele kami sukses, dan tentu saja hasil dari tambak ini akan kami nikmati berdua (atau bertiga, berempat.. ya mudah-mudahan Allah memberi kami rezeki-Nya) Aamin.

Ga sempat pota-poto boo’.. bisa-bisa ngenpon saya kecemplung ke dalam kolam hihihihi